Friday, March 13, 2009

(6) Comments

Roadshow YOUTH IN ACTION Banjarnegara 2009

Dimas Prast

Kota2 besar yang seperti kita tau sekarang, seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dll, adalah kota maju.
Tapi Kota2 tersebut maju bukan karena sudah ditakdirkan maju seperti itu. Hehehehe..
Tapi Karena ANAK MUDAnya!

Pemuda-pemuda yang membuat sebuah kota itu berkembang.
Misal Kota Bandung dengan Anak muda yang inovatif sehingga kota Bandung bisa seperti sekarang ini. Banyak Musisi2 besar lahir dari kota yang berjuluk Paris Van Java itu. Dan masih banyak lagi HASIL dari anak muda Bandung. Jogja, kota dengan segudang anak muda yang kreatif! dan kota2 besar lainnya.
Jadi kalau ingin membuat suatu kota berkembang, motor utama yang perlu digerakan adalah ANAK MUDA!

Nah...dari pemikiran itu, kami dari DUWITNEGARA & FRIEND (Duta Wisata Banjarnegara & Friend) ingin LEBIH mengembangkan kota Banjarnegara, kota tempat kelahiran kami.
Kami ingin kota Banjarnegara menjadi kota maju, kota penuh kreatifitas dan semua orang kenal Banjarnegara dengan Wisata dan Prestasinya. Kami yakin, dengan adanya anak muda yang kreatif2 di Banjarnegara, hanya perlu adanya wadah untuk HASIL dari aksi mereka.
angelDengan tema "YOUTH IN ACTION", kami menyampaikan pesan bahwa kita (anak muda) yang HARUS dan AKAN melakukan PERUBAHAN DENGAN AKSI!
Iya bentul, dengan AKSI!
Bukan cuma banyak bicara.
Dengan mengenali DIRI SENDIRI & kenal kota sendiri, itu modal yang cukup untuk AKSI!

Sebagai Ketua Pelaksana yang sekaligus Duta Wisata Banjarnegara Tahun 2008 dan juara 3 Duta Wisata tingkat Propinsi, Danar Satria Nugraha.
Ada 2 pembicara, Danar sebagai pemateri & saya sebagai motivator.
maluRoad Show YOUTH IN ACTION dengan niat awal ke 12 sekolah menengah atas (SMA) se Banjarnegara, akhirnya 2 sekolah cancel karena ada sedikit kendala.
Road Show YOUTH IN ACTION dimulai tanggal 16 Februari 2009.


Hari pertama adalah di SMK Panca Bakti dan SMAN 1 Sigaluh.
Saya ceritakan besok ya...udah ngantuk soalnya. Hehehehe...
ngantuk Read More...

Friday, March 13, 2009

(1) Comments

(ZEN) Mengejar Dua Kelinci

Dimas Prast

Seorang murid seni bela diri menghampiri gurunya dan mengajukan sebuah pertanyaan, "Guru, saya mau meningkatkan kemampuan bela diri saya. Disamping belajar dari Guru, saya hendak belajar dari Guru lain supaya bisa belajar jurus lain. Apa pendapat Guru tentang hal itu?"

Sang Guru pun berkata: "Pemburu yang mengejar dua ekor kelinci tidak akan mendapat apa-apa."



Pesan:
Dalam mewujudkan apa yang diinginkan, cobalah FOKUS pada satu hal. Mencoba semua hal akan membuat sia-sia. Kita tidak mungkin berkonsentrasi pada banyak hal untuk mencapai kesuksesan seperti yang direncanakan dan diimpikan.



Referensi : Accelerate Your Success with Zen

Read More...

Monday, February 02, 2009

(4) Comments

"Klik" di Komputer/Internet dapat Melatih Memori Otak Lebih Tajam

Dimas Prast

Melakukan pencarian di internet mungkin dapat membantu orang setengah baya dan orang berusia lanjut untuk menjaga agar memori mereka tetap tajam, kata peneliti AS

Para peneliti di University of California Los Angeles, mempelajari orang-orang yang melakukan pencarian situs sembari aktivitas otak mereka direkam dengan alat scan, MRI, magnetic resonance imaging.

"Apa yang kami lihat adalah mereka yang melakukan kegiatan berinternet menggunakan lebih banyak otak mereka selama pencarian," Dr. Gary Small, seorang dokter ahli usia lanjut (geriatri) UCLA, menjelaskan dalam suatu wawancara telepon.

"Hal ini menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan pencarian di internet dapat melatih otak—yang mungkin dapat menjaga agar otak kita tetap aktif dan sehat," lanjut Small, yang risetnya diterbitkan di American Journal of Geriatric Psychiatry.

Banyak penelitian telah menemukan bahwa aktivitas mental yang menantang seperti bermain puzzle dapat membantu menjaga fungsi otak, namun hanya sedikit yang melihat peranan yang mungkin dimainkan oleh internet.

"Ini adalah kali pertama seseorang mendapatkan simulasi untuk melakukan tugas pencarian di internet sambil men-scan otak mereka," kata Small.

Timnya mempelajari 24 sukarelawan normal berusia antara 55 sampai 76 tahun. Setengah dari mereka berpengalaman melakukan pencarian web di internet dan setengah lainnya tidak memiliki pengalaman web apapun. Jika tidak, dalam satu kelompok berisi sukarelawan dengan usia, jenis kelamin, dan pendidikan yang serupa.

Kedua kelompok diminta untuk melakukan pencarian di internet dan tugas membaca buku ketika aktivitas otak mereka mereka dimonitor.

"Kami menemukan bahwa de-ngan tugas membaca buku, visual cortex—bagian dari otak yang mengendalikan fungsi baca dan berbahasa—menjadi aktif," jelas Small.

"Dalam melakukan tugas pencarian di internet, ada aktivitas yang jauh lebih besar, namun hanya di dalam kelompok yang telah mengenal internet."

Dia mengatakan aktivitas tersebut terlihat pada mereka yang telah terbiasa menggunakan internet dapat melibatkan otak ke tingkat aktivitas yang lebih mendalam .

"Ada sesuatu dengan pencarian di internet di mana kita dapat mengukurnya pada tingkat yang kita anggap menantang," lanjut Small.

Aktivitas yang menjaga otak agar tetap terlibat dapat memelihara kesehatan otak dan kemampuan berpikir.

Small menduga melakukan kegiatan pencarian di internet mungkin salah satu dari aktivitas tersebut.

"Hal itu menunjukkan pada kita bahwa kita mungkin dapat mengajarkan trik internet baru bagi mereka yang berusia lanjut," tutupnya.

Source : Reuters/feb

Read More...

Monday, February 02, 2009

(6) Comments

Enam Alasan Mengapa Kita Seharusnya Minum Kopi Di Pagi Hari

Dimas Prast

Banyak orang tidak bisa memulai kegiatannya tanpa meminum kopi di pagi hari terlebih dahulu, namun begitu sering kita mendengar bila kafein tidak baik untuk kita, dan bagaimana meminum kopi dapat menyebabkan masalah pada kesehatan kita. Dalam kenyataannya, kopi mempunyai banyak keuntungan bagi kesehatan, kini saatnya kita mulai mengenalinya. Berikut enam sebab utama bagi kita untuk terus meminum kopi (atau mulai) meminumnya setiap hari!

Menurunkan resiko diabetes tipe-2
Siapa dapat menduga bila minuman sesederhana kopi dapat memberikan keuntungan yang menakjubkan bagi kesehatan? Ternyata, dengan meminum kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua. Menurut Sid Kirchheimer dari WebMD, semakin banyak kopi yang diminum, semakin baik hasil yang diperoleh. Bahkan, Universitas Harvard telah melakukan riset tentang manfaat kopi bagi kesehatan selama 18 tahun, dengan menganalisa data dari sekitar 126 ribu orang. Hasilnya, dengan meminum kopi 1-3 cangkir sehari dapat mengurangi resiko terkena diabetes hingga 10 persen, sedangkan dengan meminum kopi 6 cangkir atau lebih dapat mengurangi resiko pria dari serangan diabetes tipe dua sebesar 54 persen, sedangkan untuk wanita dapat berkurang 30 persen. Ini argumen bagus untuk ungkapan "satu poci kopi sehari", ungkapan bagi orang yang ketagihan minum kopi setiap harinya.

Mengurangi Resiko Penyakit Parkinson dan Lainnya
Enam kelompok studi lain menemukan bahwa peminum kopi yang meminum kopi dengan teratur dapat mengurangi resiko terkena Parkinson lebih dari 80 persen. Menurut Thomas DePaulis, Phd, seorang ilmuwan dari Vanderbilt University's Institute for Coffee Studies, menyatakan, semakin banyak meminum kopi, diperoleh hasil yang semakin baik. Nampaknya bagi mereka yang tidak meminum kopi, juga memiliki resiko terkena kanker kolon, sirosis hati, bahkan batu empedu! Penelitan terbaru lainnya menunjukkan bahwa kopi dapat memberi keuntungan bagi kesehatan jantung, mengurangi resiko penyakit jantung sampai 53 persen.

Mengimbangi Kebiasaan Jelek Lainnya
Kopi tidak hanya memiliki efek yang bagus bagi tubuh dalam hal melawan penyakit, namun juga dapat membantu untuk mengimbangi atau memutar balik resiko yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. Menurut Thomas DePaulis, "Perokok dan peminum berat akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan liver bila mereka memiliki kebiasaan minum kopi secara teratur dibandingkan mereka yang tidak minum kopi."

Dapat Membantu Mengobati Penyakit
Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mencegah serangan asma dan bahkan dapat mengaturnya di saat kekurangan obat tradisional. Juga, kopi sangat bermanfaat dalam mengobati sakit kepala, khususnya migrain, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi meningkatkan perlindungan terhadap rongga perutnya sendiri.

Mengurangi Berat Badan
Tersedianya anti-oksidan alami dalam kopi, dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Fakta baru lain, yang baru-baru ini ditemukan oleh Fulgencio Saura-Calixto dan M. Elena Diaz-Rubio dalam ACS' Journal of Agricultural and Food Chemistry, menemukan bahwa kopi bubuk masak dapat menjadi sumber serat yang baik, setiap cangkir mengandung hampir 2 gram serat yang mudah larut. Kebanyakan orang yang menjalani diet sangat sadar akan manfaat serat dalam hal pengurangan berat badan. Menurut penelitian, "kandungan serat yang terdapat pada kopi bubuk masak lebih tinggi dibandingkan minuman umum lain seperti anggur maupun jus jeruk." Jadi, mari kita minum kopi, saudara-saudara! Tapi hindari gula!

Membantu Kita Mengontrol Depresi
Kopi telah membuktikan dapat membantu mengatur maupun menanggulangi depresi. Sebagian, tentu saja, karena kandungan kafein membuat kita tetap sadar, yang dapat mengurangi perasaan depresi, namun mungkin juga berhubungan dengan tingkat oksidan yang terkandung dalam secangkir kopi. Sebenarnya, suatu penelitian dari Brazil baru-baru ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dapat meminum kopi dalam jumlah yang sesuai dengan usianya untuk mengatasi depresi. Kenyataannya, dalam penelitian menunjukkan sejumlah kecil kopi (1-2 cangkir sehari) sesungguhnya memiliki manfaat bagi kesehatan anak-anak, meskipun pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa meminum kopi dapat menghambat pertumbuhan seseorang.

Ada lebih banyak manfaat minum kopi bagi kesehatan dan tampaknya mereka jauh lebih bermanfaat dibandingkan resiko yang didapatkan. Jadi berhentilah merasa bersalah dan nikmatilah secangkir kopi Anda di pagi hari! Jika suatu saat ada seseorang yang mengatakan kepada Anda bahwa Anda meminum kopi terlalu banyak atau Anda semestinya berhenti meminumnya, sampaikan fakta-fakta diatas kepada mereka. Saya tahu Anda akan mengatakannya! (EpochTimes/Whs)

Sumber : http://www.Helium.com Read More...

Sunday, February 01, 2009

(7) Comments

Menunggu “Receh” dari Blogvertise

Dimas Prast

Awal taun 2009, gk disangka dapet email dari Om Adminnya Blogvertise. Ngasih kabar kalo salah satu blog saya dapet job! peace
Wah...
Gk disangka, padahal saya udah -sedikit- melupakan “bermain” di Broker PTR yang dulu sering bagi2 GBT (Grab Bag Task). Apalagi blog saya yang dipilih baru PR 1. Langsung dikasih 2 job sekaligus, Job $9 dan $10!duit
Seneng juga...
Dan lagi, hari ini saya dapet job dari Blogvertise lagi!
Hehehehe...
Awal taun yang menyenangkan!kenyit

Hari ini udah masuk bulan Februari, jadi tinggal nunggu hari bertambahnya “angka” di PayPal.
Ayo semangat ngumpulin “receh” lagi!
Lumayan buat njajan beli domain.
encem

Read More...

Thursday, January 29, 2009

(2) Comments

Menciptakan Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan

Dimas Prast


Adalah hal yang sangat naif, ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemberang, atau bermasalah, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungan yang tidak beres. Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, atau pemberang justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut.

Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Hal ini diungkap dokter spesialis anak, dr Sudjatmiko, MD SpA.

Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, menurut Sudjatmiko, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik.

Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi.

Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya–boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya.

Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. “Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya,” kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. “Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya,” tambahnya.

Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada faktor psikologis yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara istri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilan itu bisa dianggap mengganggu.

Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. “Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram,” lanjut Sudjatmiko.

Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang.

Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. “Yang paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi,” ujar Sudjatmiko.

Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisa berfungsi.

Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketat menjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu.

Sudjatmiko juga menyarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong. “Pemberian obat semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apa-apa,” katanya. “Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, yaitu tiga faktor tadi.

Sementara itu, psikolog anak Dra Surastuti Nurdadi juga mengungkapkan pendapat yang sama. Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Dari stimulasi ini, diharapkan ketika anak tumbuh, bukan hanya menjadi cerdas, melainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. “Stimulasi menimbulkan kedekatan antara ibu dan anak.

Bahkan, lanjut Surastuti, bayi masih dalam kandungan bisa distimuli dengan diperdengarkan musik klasik, diajak berbicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang. Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasi dengan dunia luar ketika ia masih di dalam rahim.

Tapi, mengapa musik klasik? Pendapat semacam ini memang terus menjadi topik bahasan. Musikus hebat seperti Adhi MS, pimpinan Twilite Orchestra, juga meyakini musik klasik dapat merangsang kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Bahkan, untuk jenis musik yang ‘merangsang bayi’ ini sudah banyak dijual di toko-toko kaset tertentu.

Tapi, untuk lebih tuntasnya kupasan mengenai hal itu, coba kita simak penuturan Surastuti yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini. Musik klasik, katanya, memiliki berbagai macam harmoni yang terdiri dari nada-nada. Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alfa. Gelombang ini memberikan ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman, sehingga anak dapat lebih berkonsentrasi.

“Menurut beberapa penelitian, musik klasik memang termasuk metode yang tepat. Anak menjadi siap menerima sesuatu yang baru dari lingkungannya,” ujar pengasuh rubrik konsultasi di Klinik Anakku ini. Tapi, jangan coba-coba memperdengarkan musik-musik keras kepada bayi dalam kandungan. Konon, justru menyebabkan timbulnya kebingungan pada si jabang bayi!

Sumber : Media Indonesia




Read More...